
MEMBONGKAR KOTAK PANDORA: PEMUDA KOTO TANGAH JANGAN MAU DIBODOHI OLEH “PIRINGAN” DANA RAKYAT!
PADANG – Menjelang rencana aksi unjuk rasa ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang pada Senin, 9 Maret 2026, sebuah drama memuakkan terjadi di balik layar. Pertemuan tertutup di rumah pribadi legislator yang mencoba membungkam suara kritis dengan janji “tambal sulam” lapangan voli adalah bukti nyata bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan dalam gelap.
Pertemuan di rumah pribadi legislator Muhammad Fautiaz Fauzi, yang dihadiri tokoh senior dan kontraktor untuk menekan ketua pemuda OPHILBAS, telah membuka “Kotak Pandora” tentang bagaimana dana publik dikelola layaknya harta pribadi. Ini bukan lagi soal lapangan yang rusak dalam 2 bulan, tapi soal harga diri pemuda yang sedang dicoba untuk dibeli.
Ketua Rumah Aktivis Sejahtera (RASH), Febriyandi Putra, S.Pd, memberikan peringatan keras kepada seluruh elemen pemuda dan aktivis:
”Selama ini kita sudah cukup terjebak dalam kebodohan politik uang saat pemilihan. Jangan sampai hari ini, kita kembali dibodohi oleh oknum yang memainkan uang rakyat demi kepentingan pencitraan. Uang Pokir itu bukan uang saku dewan, itu uang pajak rakyat! Sangat menjijikkan jika hak rakyat atas informasi publik coba ditukar dengan segenggam janji perbaikan di ruang tamu pribadi,” tegas Febriyandi.
Jangan Mau Disuap dengan “Semen Murah”
Pemuda Koto Tangah harus berpikir jernih dan berhenti menjadi objek permainan politik. Jika hari ini kita diam hanya karena lapangan diperbaiki secara mendadak, maka kita sedang melegitimasi praktik maladministrasi dan korupsi di masa depan.
RASH menekankan poin-poin yang tidak bisa ditawar:
”Kita meminta dokumen RAB, Kontrak, dan NPHD kepada Dispora sebagai kewajiban negara, bukan sebagai peminta-minta di rumah pejabat.
Jika administrasinya bersih, kenapa mereka panik sampai harus melakukan pertemuan di rumah pribadi?
Membiarkan praktik “proyek siluman” terus berjalan adalah pengkhianatan terhadap masa depan Koto Tangah.
Dalam kesempatan yang sama melaui awak media kami menyampaikan Seruan Aksi Senin, 9 Maret 2026 didepan kantor dinas pemuda dan olahraga kepada seluruh aktivis dan pemuda: Jangan biarkan idealisme kita runtuh hanya karena tekanan tokoh atau iming-iming perbaikan fisik yang asal-asalan. Senin besok adalah momentum untuk membuktikan bahwa pemuda Koto Tangah sudah cerdas secara politik dan tidak bisa lagi didikte oleh kepentingan sempit.
”Kita butuh fasilitas, tapi kita jauh lebih butuh kejujuran. Jika hari ini mereka bisa menipu kita soal kualitas semen, besok mereka akan menipu kita soal masa depan daerah ini. Lawan atau Diam ditindas!” pungkasnya.





