PELALAWAN, Faktacepat.id — Polemik panas mencuat. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Pelalawan melontarkan kritik pedas terhadap PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) Cabang Pangkalan Kerinci yang dinilai “nyaris tak terlihat” kontribusinya di tengah masyarakat.
Tak tanggung-tanggung, aktivis KAMMI, Wahyu, secara terbuka mempertanyakan keberadaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang seharusnya menjadi kewajiban perusahaan.
“Kami sudah tanya langsung ke manajemen. Tapi sampai sekarang, kontribusi itu hampir tidak ada. Jadi, publik wajar bertanya: ke mana sebenarnya dana CSR itu?” tegas Wahyu, Senin (5/4/2026).
Pernyataan ini langsung menyulut perhatian. Di tengah banyaknya kegiatan sosial dan kepemudaan di Pelalawan yang membutuhkan dukungan, peran BRK Syariah justru dianggap “senyap”.
“Jangan sampai CSR cuma jadi laporan di atas kertas. Di lapangan, masyarakat tidak merasakan apa-apa,” lanjutnya.
KAMMI menilai kondisi ini sebagai alarm serius bagi bank daerah yang seharusnya menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Bahkan, mereka menduga ada persoalan dalam implementasi hingga penyaluran program CSR tersebut.
Isu ini pun makin memanas setelah KAMMI mendesak Bupati Pelalawan untuk turun tangan langsung.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Bupati harus bertindak. Jangan sampai institusi milik daerah justru tidak memberi dampak ke daerahnya sendiri,” kata Wahyu.
KAMMI juga memberi sinyal akan membawa persoalan ini ke ranah yang lebih luas jika tidak ada respons nyata dari pihak terkait.
“Kalau tidak ada perubahan, kami siap bongkar lebih jauh. Ini bukan sekadar kritik, ini bentuk kontrol publik,” tutupnya.
Penulis : YZA
Editor : INR







