Jakarta, Faktacepat.id – Industri perfilman nasional dinilai belum berkembang optimal meski Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi ide cerita maupun pasar yang luas.
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menilai sektor film dalam negeri masih belum memiliki arah dan identitas yang kuat. Hal itu disampaikannya saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama pelaku industri perfilman, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, lemahnya karakter industri film membuat kontribusinya terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif nasional belum maksimal. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan negara lain yang telah memiliki ciri khas kuat dalam perfilman mereka.
Hendry menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menentukan arah pengembangan industri film. Ia menilai, film merupakan media strategis untuk memperkenalkan identitas dan nilai-nilai bangsa Indonesia kepada dunia internasional.
Ia juga mendorong agar pemerintah aktif mengembangkan film yang mengandung pesan positif serta selaras dengan tujuan berbangsa dan bernegara. Dengan begitu, industri film diharapkan mampu meningkatkan citra Indonesia di kancah global.
Meski diakui tidak mudah memadukan kepentingan komersial dengan misi kebangsaan, Hendry menyebut banyak negara telah berhasil menjadikan film sebagai sarana promosi nilai budaya mereka.
Sorotan untuk Film Daerah
Selain itu, Hendry turut menyoroti peran bioskop yang dinilai belum memberi ruang memadai bagi film daerah. Saat ini, menurutnya, film asing masih mendominasi jam tayang utama di bioskop tanah air.
Kondisi tersebut berdampak pada minimnya eksposur budaya lokal, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Ia menilai keterbatasan jam tayang juga membuat produser kurang tertarik mengangkat cerita-cerita daerah ke layar lebar.
Padahal, Indonesia memiliki kekayaan budaya dan kisah lokal yang potensial untuk diangkat menjadi film berkualitas.
Untuk itu, Hendry mengusulkan adanya kebijakan khusus dari pemerintah yang mengatur porsi minimal penayangan film daerah di bioskop. Langkah ini diyakini dapat mendorong promosi budaya lokal sekaligus memperkuat industri film nasional.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah perlu mendorong produksi film berbasis budaya dan edukasi, serta memastikan konten yang dihasilkan tetap sejalan dengan nilai-nilai positif bangsa.
Penulis : YMS
Editor : INR







