Harapan Baru Pendidikan di Koto Tangah, Inalum Mulai Pembangunan Kembali SDN 49 Batang Kabung yang Hancur Pasca-Banjir

Harapan Baru Pendidikan di Koto Tangah, Inalum Mulai Pembangunan Kembali SDN 49 Batang Kabung yang Hancur Pasca-Banjir

PADANG , 21 Februari 2026. Kenangan pahit akhir November 2025, saat banjir bandang meluluhlantakkan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 49 Batang Kabung, perlahan mulai berganti dengan optimisme. Sejak bencana tersebut, ratusan siswa sekolah ini terpaksa harus menjalani hari-hari belajar dengan status “menumpang” di sekolah lain, sebuah kondisi yang tentu penuh keterbatasan bagi proses tumbuh kembang mereka.

Namun, penantian panjang para siswa, guru, dan orang tua murid untuk kembali memiliki gedung permanen kini menemui titik terang. Pada Jumat (20/2/2026), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) secara resmi memulai pembangunan kembali sekolah tersebut. Prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) yang berlangsung di kawasan Pulai, Kecamatan Koto Tangah, menjadi tonggak sejarah baru bagi pemulihan pendidikan di wilayah tersebut.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas gerak cepat pihak BUMN. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan fakta bahwa SDN 49 Batang Kabung adalah unit sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah di antara 22 sekolah lainnya yang terdampak banjir di Kota Padang.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian Inalum. Kerusakan di SDN 49 ini adalah yang terberat, sehingga kehadiran gedung baru ini sangatlah krusial,” ujar Fadly Amran. Lebih lanjut, ia berharap agar sinergi antara pemerintah dan BUMN ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut pada pembangunan Hunian Tetap (Huntap) serta fasilitas pesantren di sekitar lokasi bencana.

Proyek pembangunan sekolah ini bukan sekadar mengejar aspek fungsional, melainkan juga kualitas dan ketahanan. Inalum merancang bangunan SDN 49 Batang Kabung dengan konsep dua lantai yang mencakup:

Enam ruang kelas yang representatif untuk menampung seluruh siswa. Empat ruang fungsional tambahan guna menunjang beragam kegiatan belajar mengajar secara optimal. Konstruksi berstandar tinggi yang dirancang khusus untuk memastikan keamanan siswa di masa depan, mengingat sejarah bencana di wilayah tersebut.

Targetnya, seluruh pengerjaan fisik akan rampung dalam tahun 2026 ini, sehingga gedung megah tersebut sudah bisa digunakan tepat pada waktunya saat memasuki tahun ajaran baru.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, yang juga merupakan putri asli Kuraitaji, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Proyek di Padang ini merupakan satu dari tiga sekolah yang dibangun Inalum di wilayah terdampak bencana di sepanjang Pulau Sumatera, mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Bagi kami, pembangunan sekolah ini bukan sekadar proyek fisik atau seremoni belaka. Ini adalah komitmen nyata Inalum untuk memastikan bahwa anak-anak bangsa mendapatkan hak mereka kembali: akses pendidikan yang layak, aman, dan bermartabat pascabencana,” tutur Melati dengan penuh haru.

Prosesi ground breaking ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala Badan Pengelola BUMN/COO Danantara Dony Oskaria, serta Ketua DPRD Kota Padang Muharlion. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan lintas sektor yang kuat bagi kemajuan pendidikan di Sumatera Barat.

Antusiasme warga Koto Pulai, para orang tua, hingga siswa SDN 49 terlihat jelas di lokasi. Kerumunan warga yang memadati tempat rencana pembangunan mencerminkan betapa besarnya harapan yang dititipkan pada gedung baru tersebut. Suasana semakin semarak dengan adanya aksi sosial dari Inalum berupa pembagian 500 paket sembako dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran kembali SDN 49 Batang Kabung kelak tidak hanya akan berdiri sebagai sebuah bangunan fisik, melainkan menjadi simbol kolaborasi yang solid antara dunia usaha, lembaga legislatif, dan pemerintah daerah dalam mencetak “Generasi Emas Indonesia”, bahkan di tengah ujian bencana sekalipun.

 

(RFS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *