Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Jalur Baturaden Sementara Ditutup

BANYUMAS, Faktacepat.id – Jalur pendakian Gunung Slamet melalui kawasan Baturaden, Kabupaten Banyumas, resmi ditutup sementara menyusul peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 mdpl tersebut kini berstatus waspada, naik dari sebelumnya normal.

Penutupan dilakukan karena aktivitas vulkanik dinilai meningkat dan berpotensi membahayakan, terutama dalam radius tiga kilometer dari kawah. Jalur Baturaden sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu rute favorit para pendaki menuju puncak.

Ketua Pos Baturaden Lestari, Daryono, menjelaskan bahwa keputusan penutupan diambil demi keselamatan para pendaki, seiring adanya indikasi kenaikan suhu di area puncak serta informasi dari BMKG.

“Melihat adanya peningkatan aktivitas dan potensi bahaya di sekitar puncak, jalur pendakian via Baturaden kami tutup hingga waktu yang belum ditentukan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, tidak hanya jalur Baturaden, beberapa jalur pendakian lain menuju Gunung Slamet juga turut ditutup sebagai langkah antisipasi.

Sejak kebijakan tersebut diberlakukan, aktivitas di pos pendakian terlihat lengang. Tidak ada lagi pendaki yang melakukan perjalanan menuju puncak.

Sebelumnya, sebanyak 21 pendaki yang berada di kawasan gunung tersebut diminta segera turun. Mereka berasal dari Jakarta dan Universitas Jenderal Soedirman. Para pendaki tersebut diketahui sudah berada di puncak saat status gunung dinaikkan, sehingga langsung dievakuasi melalui jalur Baturaden demi keamanan.

Gunung Slamet sendiri merupakan gunung api aktif yang berada di lima wilayah kabupaten, yakni Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Pemalang, dan Brebes. Gunung ini memiliki karakter letusan strombolian yang dapat memuntahkan material vulkanik di sekitar kawah.

Dampaknya, potensi hujan abu hingga lontaran material seperti kerikil bisa terjadi di area sekitar. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama dalam penutupan jalur pendakian.

Dengan status waspada saat ini, masyarakat dan pendaki diimbau untuk tidak mendekati kawasan puncak guna menghindari risiko bahaya.

Penulis : YMS

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *