PEKANBARU (faktacepat.id) — Program Studi Magister Media dan Komunikasi (S2) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menggelar Sharing Session internasional bertema “Gen Z, Digital Literasi and Health Communication” pada Jumat (30/10/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran akademisi, dosen, serta mahasiswa. Acara ini menghadirkan pakar komunikasi dari Fakultas Pengajian Komunikasi dan Media Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Suffian Hadi Bin Ayub, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Pills, Potions and Doctors: How Indonesia Gen Z Blends Healthcare with Ancestral Heritage”, Dr. Suffian mengulas fenomena unik terkait perilaku dan pola konsumsi layanan kesehatan di kalangan generasi muda Indonesia.
Penelitian tersebut menyoroti bagaimana Generasi Z di Indonesia mengombinasikan penggunaan pelayanan medis modern dengan warisan tradisi leluhur serta ramuan herbal keluarga. Sesi ini juga membedah kesenjangan (gap) antara kepercayaan tradisional lintas generasi dengan pendekatan literasi media digital di era modern.
Dr. Suffian menjelaskan bahwa peningkatan literasi kesehatan digital (digital health literacy) menjadi filter kritis yang sangat penting bagi Gen Z sebelum menerima atau menerapkan nasihat kesehatan tradisional.
Melalui kemudahan akses informasi digital dan kebiasaan melakukan riset mandiri, para Gen Z—khususnya dari kalangan mahasiswa—kini cenderung memverifikasi tradisi lama secara empiris ketimbang menerimanya secara mentah-mentah.
Diskusi interaktif tersebut ditutup dengan penekanan mengenai pentingnya navigasi kritis generasi muda dalam menyelaraskan kearifan lokal (ancestral heritage) dengan bukti ilmiah sains modern demi menjaga kesehatan secara holistik.
Penulis: YLW
Editor: INR
























