INDRAGIRI HILIR, FAKTACEPAT.ID – Komitmen menghadirkan energi yang andal hingga ke pelosok perdesaan terus diwujudkan oleh PT PLN (Persero). PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelayanan Pelanggan (UP3) Rengat bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meresmikan operasionalisasi layanan listrik 24 jam penuh di Desa Perigi Raja dan Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Selasa (20/10/2026).
Peresmian ini beriringan dengan kelanjutan program dedieselisasi di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Perigi Raja. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata sinergi antara PLN dan pemerintah daerah dalam meningkatkan keandalan pasokan energi serta memperluas akses kelistrikan bagi masyarakat perdesaan.

Simbolis peresmian ditandai dengan pembentangan spanduk peresmian bersama oleh:
- H. Herman, S.E., M.T. (Bupati Indragiri Hilir)
- Tatok Winarko (Manager PLN UP3 Rengat)
- Unsur pimpinan daerah dan jajaran pejabat Pemkab Indragiri Hilir.
Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Pemerataan Energi
Dalam sambutannya, Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan listrik yang andal bagi warga perdesaan. Ia menilai, masuknya listrik 24 jam penuh merupakan fondasi utama pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
“Hadirnya listrik 24 jam di kedua desa ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, mendukung aktivitas sosial masyarakat, serta membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan usaha produktif warga,” tutur Bupati H. Herman.
Langkah Nyata PLN dalam Transformasi dan Transisi Energi
Manager PLN UP3 Rengat, Tatok Winarko, menegaskan bahwa peresmian ini adalah bagian dari dedikasi PLN untuk memberikan pelayanan prima tanpa membeda-bedakan wilayah, terutama bagi daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan jam nyala listrik.
“Melalui program dedieselisasi ini, kami berharap masyarakat Desa Perigi Raja dan Desa Tanjung Melayu dapat merasakan manfaat listrik secara optimal untuk mendukung kegiatan sehari-hari, pendidikan, serta pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar Tatok Winarko.
Ia menambahkan, program dedieselisasi bertujuan untuk mentransformasi sektor ketenagalistrikan melalui optimalisasi sistem pembangkitan dan pemanfaatan jaringan interkoneksi. Skema ini tak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan pasokan, tetapi juga mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dampak Positif Bagi Masyarakat
Dengan menyalanya listrik selama 24 jam penuh, warga Desa Perigi Raja dan Desa Tanjung Melayu kini dapat menikmati akses energi untuk berbagai kebutuhan produktif, seperti:
- Peningkatan Kualitas Pendidikan: Anak-anak dapat belajar lebih optimal di malam hari dan sekolah dapat memanfaatkan fasilitas digital secara maksimal.
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Mendorong tumbuhnya UMKM dan usaha produktif warga berbasis kelistrikan.
- Kenyamanan & Fasilitas Publik: Meningkatkan keamanan serta kenyamanan aktivitas warga sehari-hari.
Ke depan, PLN UP3 Rengat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna mendukung pemerataan pembangunan melalui penyediaan energi listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan.
Penulis : YKZ
Editor : INR




















