PDC Mendorong Kemandirian Penyandang Disabilitas Melalui Program CSR Inklusif

Jakartar,Faktacepat.id – Senin (20/4) Di Indonesia, kehidupan sebagai penyandang disabilitas seringkali dihiasi tantangan yang kompleks. Stigma sosial serta diskriminasi yang tidak adil semakin membatasi ruang gerak dan peluang bagi kalangan difabel untuk berkembang dan memperoleh akses yang setara dalam berbagai bidang kehidupan.

Menanggapi kondisi ini, PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengambil peran aktif melalui pengembangan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirancang khusus untuk memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong kemandirian mereka.

Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menjelaskan bahwa program CSR PDC berfokus pada inklusivitas, pemberdayaan, dan kemandirian dengan pendekatan pelatihan keterampilan, pendidikan, serta penyaluran peluang kerja. “Kami tidak hanya memberikan donasi semata, melainkan setelah melakukan social mapping secara menyeluruh, PDC menetapkan program yang sejatinya mampu menciptakan inklusi sosial, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan bagi masyarakat penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ani juga menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar serta peran vital dalam masyarakat; kendati demikian, akses dan kesempatan untuk mewujudkan potensi tersebut masih sangat terbatas.

Sejak beberapa tahun terakhir, PDC telah mengintensifkan program CSR bagi penyandang disabilitas. Pada tahun 2023, perusahaan menyelenggarakan pelatihan dan fasilitas pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) D bagi difabel yang berdomisili di sekitar wilayah operasional PDC. Inisiatif ini didorong oleh terbukanya peluang kerja di sektor transportasi umum berbasis online bagi penyandang disabilitas tertentu.

Melanjutkan langkah tersebut, pada tahun berikutnya PDC mengadakan Pelatihan Tata Boga Khusus untuk penyandang disabilitas di wilayah Rokan Hilir. Program ini melibatkan 20 peserta dengan beragam tipe disabilitas, termasuk tuna daksa, tuna grahita, dan tuna rungu.

Program serupa juga dilaksanakan bagi sembilan peserta penyandang tuna rungu, tuna wicara, dan tuna grahita dari Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Pelatihan yang berlangsung selama sepuluh hari di kantor Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur ini mengombinasikan pembelajaran teori dan praktik.

Materi pelatihan meliputi pengorganisasian serta penyajian makanan, kebersihan area dapur, teknik memasak dasar, pembuatan roti dan produk berbasis ragi, serta pembekalan kewirausahaan—semua dirancang untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta.

Di tahun ketiga pelaksanaan program ini, PDC telah memberdayakan total 51 penyandang disabilitas, dengan dampak yang terus meningkat secara signifikan. Salah satu kisah sukses yang menginspirasi adalah Muhammad Haekal Senchaki (20), peserta pelatihan tata boga tahun 2025, yang kini berhasil mengembangkan usaha kuliner bernama “Chaki Pizza”.

Haekal, seorang mahasiswa berkebutuhan khusus jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta, menunjukkan kemajuan luar biasa setelah mengikuti pelatihan tata boga yang difasilitasi oleh PDC. Ia kini mampu memproduksi serta memasarkan pizza secara mandiri melalui sistem pre-order, membuka jalan baru bagi kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Kesuksesan Haekal menjadi bukti kongkret bahwa pelatihan berbasis keterampilan yang inklusif dapat membuka peluang ekonomi yang selama ini hampir tertutup bagi penyandang disabilitas.

PDC berharap bahwa program CSR khusus difabel ini akan terus berlanjut dan melahirkan dampak sosial yang positif, menghapus stigma negatif, serta memberikan akses dan kesempatan yang setara dalam dunia kerja maupun kehidupan masyarakat luas.

 

Narahubung: Ani Aryani

Corporate Secretary

Jl. Matraman Raya No.87, Palmeriam, Jakarta Timur 13140

 

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *