Pekanbaru (Faktacepat.id) – Aipda Mariono berupaya memastikan anak-anak di wilayah transmigrasi Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam pengabdiannya, ia mendirikan kelas jauh untuk sekolah dasar (SD) serta pondok pesantren tahfiz yang membina hafalan Al-Qur’an.
Atas dedikasinya, Aipda Mariono diusulkan oleh warga setempat, Juprison, untuk menerima Hoegeng Awards 2026. Menurut Juprison, alasan pengusulan ini antara lain karena Aipda Mariono mendirikan kelas jauh SD pada 2010 dan sempat memperoleh Sertifikat Satu Indonesia Award di bidang pendidikan tingkat provinsi. Pada 2021, ia kembali berinovasi dengan mendirikan pondok pesantren tahfiz Al-Qur’an, yang hingga kini menampung 65 santri di kelas TPQ. Selain itu, program ini juga mendukung inisiatif Green Policing dan mendapat apresiasi dari Kapolda Riau.
detikcom menelusuri lebih lanjut pengusulan tersebut. Juprison menjelaskan bahwa Aipda Mariono memprakarsai pembangunan kelas jauh SD di Sawah Godang, Desa Logas, Kuansing.
“Anak-anak di sana memang tinggal jauh di kampung, aksesnya melewati lokasi perkebunan sawit, sehingga sulit menjangkau sekolah dasar. Makanya Pak Mariono mendirikan kelas jauh di perkebunan itu,” ujar Juprison kepada detikcom, Senin (2/3/2026).
Langkah ini dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan pendidikan di wilayah terpencil sekaligus memberi kesempatan belajar yang layak bagi anak-anak di pedalaman Kuansing.
Penulis : YZA
Editor: INR






