Pelalawan, Faktacepat.id – Ratusan warga Kampung Gambangan, Dusun Take Jaya, Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, menggelar aksi damai yang penuh semangat di depan Kantor Desa Air Hitam pada Jumat (7 November 2025). Dipimpin oleh koordinator lapangan, Rambe, ribuan warga tersebut menyampaikan protes keras terhadap kelompok yang diduga memprovokasi ketentraman masyarakat setempat.
Sekitar 300 warga dengan tegas menuding kelompok Wendri Putra Simbolon yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) sebagai biang kerok terjadinya keresahan dan keributan di Desa Air Hitam, khususnya wilayah Kampung Gambangan.
Dalam orasinya yang bergema penuh semangat, warga menyampaikan sembilan tuntutan utama kepada Kepala Desa Air Hitam, yang mencakup:
Penolakan tegas terhadap keberadaan kelompok Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) di Desa Air Hitam.
Penolakan segala bentuk kegiatan aliansi yang dianggap sebagai sumber keresahan dan potensi perpecahan di tengah masyarakat setempat.
Permintaan agar Kepala Desa segera mengambil tindakan tegas terhadap kelompok provokator guna mencegah bentrokan antarwarga.
Desakan kepada pemerintah desa untuk menindaklanjuti dugaan penghinaan terhadap warga oleh pihak aliansi, termasuk tuduhan yang tidak berdasar terhadap Satgas PKH.
Permohonan agar aspirasi warga segera disampaikan kepada Bupati Pelalawan, DPRD, Polri, dan TNI.
Permintaan verifikasi ulang data kependudukan di Kampung Gambangan, menyusul dugaan keberadaan warga tanpa identitas resmi Desa Air Hitam, termasuk di antara para provokator.
Pernyataan tegas bahwa apabila Kepala Desa tidak mengambil langkah nyata, warga akan menempuh tindakan sendiri untuk menjaga keamanan dan harmonisasi desa.
Warga bahkan mengancam akan mengusir pihak yang dianggap sebagai provokator apabila tidak ada respons signifikan dari pemerintah desa.
Menanggapi serangkaian tuntutan tersebut, Kepala Desa Air Hitam, Tensi Sitorus, memberikan apresiasi atas pelaksanaan aksi damai yang berlangsung tertib dan menjanjikan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan oleh warga dengan berkomitmen menjaga keamanan wilayah.
“Segala permintaan dan aspirasi yang telah disampaikan akan saya tindaklanjuti sebaik-baiknya. Namun yang terpenting adalah kita semua harus menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ujar Tensi di hadapan massa yang hadir.
Ia menegaskan akan segera menyampaikan hasil pertemuan ini kepada Bupati Pelalawan, DPRD, serta instansi terkait lainnya pada Senin mendatang.
“Apabila masalah ini tidak dapat saya selesaikan secara aman dan damai, maka jangan lagi mengakui saya sebagai Kepala Desa,” tegas Tensi dengan penuh tanggung jawab.
Aksi damai warga Desa Air Hitam pun berakhir dengan tertib dan kondusif. Setelah menyimak aspirasi dan tanggapan Kepala Desa, masyarakat secara tertib membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Hingga saat ini, situasi di Desa Air Hitam dilaporkan tetap aman dan terkendali, menjadi wujud harmonisasi masyarakat yang mengedepankan dialog dan perdamaian.
Editor: INR







