Tujuh Mobil Rusak, Kualitas BBM Pangkalan Kerinci Disorot

Pelalawan, Faktacepat.id – Sejumlah pemilik kendaraan di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, mengeluhkan kondisi pompa bahan bakar (fuel pump) mobil mereka yang kotor dan mengandung lumpur serta bercampur air. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sedikitnya tujuh unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan dengan indikasi serupa.

Kasus tersebut terkuak setelah para pemilik kendaraan membawa mobil mereka ke sebuah bengkel di Pangkalan Kerinci. Berdasarkan hasil pemeriksaan mekanik, ditemukan adanya lumpur dan air yang mencemari fuel pump kendaraan yang menggunakan bahan bakar jenis bensin maupun pertalite.

Dalam sebuah video berdurasi satu menit tiga puluh delapan detik yang tersebar luas, seorang mekanik bengkel memaparkan bahwa selama sepekan terakhir pihaknya menangani tujuh mobil dengan masalah yang sama. Kendaraan tersebut terdiri dari empat unit Toyota Innova, dua unit Suzuki APV, serta satu unit Toyota Agya.

“Masalahnya adalah lumpur yang terdapat di dalam fuel pump mobil ini. Sudah tujuh mobil mengalami kasus serupa dalam waktu satu minggu ini. Kondisinya seperti tercampur air,” ujarnya sambil memperlihatkan keadaan fuel pump yang kotor dan berair.

Lebih lanjut, mekanik tersebut menyoroti kualitas bahan bakar minyak (BBM) maupun kondisi tangki penyimpanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Pasalnya, mayoritas kendaraan yang mengalami kerusakan merupakan milik warga setempat.

“Kepada rekan-rekan dan para pemilik mobil injeksi, harap berhati-hati, motor juga demikian. Ini bukan pertama kali terjadi, namun sudah tujuh mobil yang mengalami permasalahan serupa,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara mobil di Pangkalan Kerinci, Amri, menilai bahwa kejadian ini harus mendapat perhatian serius dan menjadi bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, jika hanya satu kendaraan yang bermasalah mungkin masih dapat dimaklumi, tetapi jika sudah tujuh mobil dalam satu pekan, hal tersebut patut diduga mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap SPBU.

“Kita tahu bahwa harga fuel pump tidaklah murah, sehingga pemilik kendaraan sangat dirugikan oleh kualitas bahan bakar tersebut. Kami berharap hal ini menjadi perhatian semua pihak agar masyarakat tidak terus dirugikan. Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan dan memantau persoalan ini,” ujar Amri, Rabu (14/1/2026).

 

Penulis: ER

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *