Tiwa dari Ukui: Lari Melampaui Batas Menuju Emas ASEAN Para Games!

Pelalawan, Faktacepat.id — Di lintasan sepanjang 1.500 meter itu, Tiwa tidak sekadar membawa nomor pertandingan di dadanya. Ia membawa harapan, doa, serta kebanggaan dari sebuah kecamatan kecil bernama Ukui, Kabupaten Pelalawan. Dalam ajang ASEAN Para Games di Thailand, Tiwa berlari bukan hanya untuk melewati garis finis, melainkan juga untuk menjemput mimpi yang telah lama ia pelihara dengan ketekunan dan keyakinan.

Tatkala peluit start berbunyi, Tiwa melangkah mantap penuh determinasi. Setiap ayunan kakinya merupakan buah dari latihan panjang yang tanpa henti, dan setiap tarikan napasnya mencerminkan perjuangan yang tidak selalu mudah. Di tengah ketatnya persaingan antar atlet terbaik Asia Tenggara, Tiwa membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk menjadi juara. Hingga akhirnya, ia melintasi garis finis dengan posisi terdepan, mengunci medali emas nomor 1.500 meter putri bagi Indonesia.

Sorak sorai dan tepuk tangan bergemuruh memenuhi arena. Di balik momen kemenangan tersebut tertanam kisah tentang disiplin yang luar biasa, semangat pantang menyerah, serta dukungan tak tergoyahkan dari orang-orang terdekat. Dari Ukui, nama Tiwa kini melesat ke panggung internasional, mengharumkan nama Pelalawan dan Indonesia.

Ketua NPC Kabupaten Pelalawan, Agus Pamuji, menyampaikan kebanggaan yang mendalam. Baginya, medali emas yang diraih Tiwa bukan sekadar capaian olahraga semata, melainkan lambang bahwa kesempatan yang setara dan dukungan yang tepat mampu menghasilkan juara sejati.

“Ini adalah kebanggaan kita semua. Saya mengucapkan selamat atas prestasi Tiwa dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang telah memberikan dukungan penuh kepada atlet NPC,” ujar Agus kepada awak media, Kamis (22/1/2026).

Prestasi Tiwa juga mengandung pesan kuat bagi banyak pihak, bahwa mimpi tidak mengenal batas fisik, usia, maupun latar belakang. Dengan kerja keras, konsistensi, serta lingkungan yang mendukung, anak daerah pun mampu bersaing sejajar di panggung dunia.

Kini, medali emas itu bukan hanya milik Tiwa semata. Ia menjadi milik masyarakat Ukui, Pelalawan, dan Indonesia — sebuah pengingat bahwa dari lintasan sederhana di pedesaan, seorang atlet mampu berlari jauh, bahkan hingga Thailand, untuk membawa pulang kebanggaan bagi negeri.

 

Penulis: ER

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *