ANTALYA, Faktacepat.id – Para pemain Iran national football team menarik perhatian saat memasuki lapangan dengan membawa ransel kecil dalam laga uji coba melawan Nigeria national football team pekan ini. Aksi tersebut menjadi simbol penghormatan bagi anak-anak yang menjadi korban konflik bersenjata.
Insiden yang melatarbelakangi aksi ini terjadi pada akhir Februari lalu, ketika serangan rudal menghantam sebuah sekolah putri di wilayah Minab, Iran. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 165 orang, sebagian besar merupakan anak-anak, dan menuai kecaman dari berbagai pihak internasional.
Di tengah situasi yang masih memanas, Iran tetap menjalani pertandingan persahabatan melawan Nigeria di Antalya, Turki, pada Jumat (27/3/2026). Dalam laga tersebut, Iran harus mengakui keunggulan Nigeria dengan skor 1-2.
Namun, perhatian publik lebih tertuju pada aksi simbolis para pemain Iran. Mereka menggenggam ransel kecil di depan dada saat lagu kebangsaan diputar, sebagai bentuk empati terhadap para korban. Selain itu, para pemain, termasuk Mehdi Taremi, juga mengenakan ban hitam di lengan sebagai tanda duka.
Jumlah korban akibat konflik yang berlangsung dilaporkan terus bertambah, dengan total korban jiwa mencapai lebih dari 1.900 orang hingga akhir Maret.
Iran sendiri telah memastikan tempat di FIFA World Cup 2026. Namun, terkait situasi keamanan, mereka mengajukan permintaan agar laga fase grup tidak digelar di Amerika Serikat, melainkan dipindahkan ke Meksiko.
Sejauh ini, FIFA belum memberikan keputusan terkait permintaan tersebut dan menyatakan bahwa jadwal turnamen masih berjalan sesuai rencana awal. Sikap FIFA dalam situasi ini pun menjadi sorotan, terutama jika dibandingkan dengan kebijakan tegas mereka terhadap konflik lain di masa lalu.
Penulis : YZA
Editor : INR







