Pelalawan, Faktacepat.id – Prosesi Adat Balimau Sultan Pelalawan dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Februari 2026, di Istana Sayap, Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Acara ini menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Assyaidis Syarif Sultan Pelalawan X, H. Tengku Kamaruddin Horoen, Bupati Pelalawan, H. Zukri Misran, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K, Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmat, S.H., S.I.K., M.M, serta pejabat dari berbagai instansi pemerintahan dan tokoh adat dan masyarakat lainnya.
Bupati Pelalawan, H. Zukri Misran, menegaskan bahwa acara ini merupakan kebanggaan Kabupaten Pelalawan yang memiliki nilai budaya dan pariwisata sangat tinggi. Ia mengatakan, “Kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam mempromosikan potensi sumber daya lokal sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi daerah.”
Prosesi diawali dengan ziarah makam Sultan di Masjid Hibbah Pelalawan, dilanjutkan dengan makan beradat di Istana Sayap, dan diakhiri dengan mandi Balimau Sultan sebagai ritual penyucian.
Dalam titah amanahnya, Assyaidis Syarif Sultan Pelalawan X, H. Tengku Kamaruddin Horoen, mengajak masyarakat untuk melaksanakan puasa dengan sepenuh hati, memperbanyak amal dan pengajian, serta menjaga persatuan dan kesatuan.
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan lembaga pemerintahan dan non-pemerintahan. Pengamanan dilaksanakan oleh personel gabungan Polres Pelalawan dan Polsek setempat.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, S.I.K, menyatakan bahwa acara berlangsung aman dan terkendali. “Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dalam mensukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Prosesi Adat Balimau Sultan Pelalawan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB dengan situasi yang kondusif.
Acara ini menjadi contoh nyata dalam meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian budaya dan tradisi lokal demi mempertahankan identitas dan jati diri masyarakat.
Editor: INR


