TEHERAN (Faktacepat) – Aksi militer oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap fasilitas energi Iran tetap berlangsung pada Senin (23/3/2026), meskipun Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan penundaan selama lima hari.
Mengutip laporan kantor berita Fars News Agency, serangan tersebut menyasar sejumlah infrastruktur energi di Provinsi Isfahan serta wilayah Khorramshahr.
Di Isfahan, rudal dilaporkan menghantam bangunan administrasi gas dan fasilitas pengatur tekanan gas. Dampaknya, sebagian infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Sementara itu di Khorramshahr, sasaran serangan berupa jaringan pipa gas yang terhubung dengan pembangkit listrik.
Pejabat setempat menyebutkan, satu rudal jatuh di area luar fasilitas pipa gas di Khorramshahr dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Meski terjadi serangan, pasokan listrik bagi masyarakat di kedua wilayah tersebut dilaporkan tetap stabil. Petugas teknis segera melakukan perbaikan untuk memastikan layanan energi tidak terganggu.
Serangan ini berlangsung tak lama setelah Donald Trump menginstruksikan Pentagon menunda operasi terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari dari jadwal semula. Penundaan itu disebut sebagai bagian dari upaya memberi ruang diplomasi, termasuk pembahasan terkait akses di Selat Hormuz.
Trump juga menyatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya komunikasi yang dinilai positif dengan pihak Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Penulis : YZA
Editor : INR







