Padang, Faktacepat.id – 27 Januari 2026 – Krisis air bersih yang selama ini melanda puluhan warga di RT 03 RW 08 Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, akhirnya menemukan solusi yang konkret. Berdasarkan hasil wawancara dengan warga pada Selasa (27/1/2026), sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) dipastikan akan segera menikmati aliran air bersih dari PDAM dalam minggu ini.
Harapan warga RT 03 RW 08 Koto Lalang untuk kembali menikmati layanan air bersih kini tinggal menunggu waktu. Setelah sekian lama menghadapi kendala dan tidak mendapatkan aliran air PDAM, 40 KK di wilayah tersebut dijanjikan akan segera teraliri air bersih dalam pekan ini.
Keberhasilan ini disambut dengan penuh haru dan antusiasme oleh masyarakat setempat. Warga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Ketua Umum PD Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Kota Padang. Peran aktif dan pengawalan intensif yang dilakukan oleh PD KAMI Kota Padang dianggap sebagai faktor kunci hingga aspirasi warga dapat tersampaikan kepada pihak berwenang dan segera ditindaklanjuti.
Selain itu, masyarakat memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran manajemen PDAM, karena penyaluran air ke wilayah Koto Lalang dijadikan sebagai salah satu program prioritas pada awal tahun 2026 ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua Umum KAMI Kota Padang yang terus mengawal proses ini sejak awal. Kami juga menghargai pihak PDAM yang telah menetapkan wilayah kami sebagai program prioritas tahun ini. Insya Allah, minggu ini air sudah bisa kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Syahrial, salah satu warga setempat, Selasa (27/1).
Dengan hadirnya akses air bersih ini, warga Koto Lalang tidak lagi harus bersusah payah mencari air bersih, yang selama ini menjadi kendala utama dalam aktivitas rumah tangga mereka, meskipun bak penampungan air PDAM Kota Padang terletak dekat dengan tempat tinggal mereka.
Ketua Umum PD KAMI Kota Padang, Khairul Anas, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berdiam diri sampai air bersih benar-benar mengalir ke setiap rumah di RT 03 RW 08 Koto Lalang. Ia menyatakan akan terus mengawal proses teknis agar janji penyaluran dalam pekan ini tidak meleset.
“Kami akan terus mengawal proses ini sampai benar-benar terealisasi dalam pekan ini. Ini adalah kebutuhan dasar warga yang sudah lama tertunda,” tegas Khairul Anas.
Pria yang akrab disapa Anas ini pun memberikan peringatan tegas jika terjadi keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan. Ia menegaskan akan mengambil langkah advokasi lebih jauh jika dalam waktu dekat aliran air belum juga mengalir ke warga.
“Jika tidak terlaksana dalam satu atau dua pekan ini, saya selaku Ketua Umum beserta pengurus akan segera menindaklanjuti ke pihak-pihak terkait. Kami ingin memastikan program prioritas PDAM ini bukan sekadar janji, tetapi bukti nyata untuk warga Koto Lalang,” tambahnya.
Langkah tegas tersebut mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat setempat yang berharap pengawalan dari aktivis muda ini menjadi jaminan bahwa penantian panjang mereka akan air bersih segera berakhir tanpa hambatan lagi.
Sementara itu, Rifki Fernanda Sikumbang, Ketua PW Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Sumatera Barat, menyampaikan rasa syukur atas segera tersalurkannya air bersih PDAM ke warga RT 03 RW 08 Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan manifestasi nyata pelaksanaan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa air sebagai sumber daya vital harus dikelola oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Air bersih adalah hajat hidup orang banyak dan bagian dari hak dasar warga negara yang tidak boleh diabaikan,” tegas Rifki.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran PDAM yang telah mewujudkan harapan selama sembilan tahun warga Koto Lalang akan fasilitas air bersih. Rifki berharap penyaluran air ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, merata, dan berkualitas.
“Kami menaruh harapan besar kepada PDAM agar layanan air bersih ini benar-benar menjadi fasilitas publik yang adil dan berkesinambungan. KAMI Sumatera Barat akan terus mengawal agar kemaslahatan masyarakat tetap menjadi tujuan utama dalam setiap kebijakan pelayanan air,” tutup Founder Rumah Aktivis Sejahtera tersebut.
Direktur Utama PDAM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyatakan komitmen bahwa pihaknya tengah fokus memperluas jangkauan layanan melalui pemasangan jaringan baru di wilayah-wilayah yang selama ini belum teraliri.
Dalam sesi wawancara melalui pesan WhatsApp, Hendra mengungkapkan bahwa target besar telah ditetapkan untuk tahun ini guna memastikan pemerataan akses air minum di Kota Bingkuang.
“Kami berkomitmen memberikan layanan akses air bersih bagi warga yang selama ini belum mendapatkannya. Melalui pemasangan jaringan baru ke daerah-daerah tersebut, kami menargetkan pemasangan 4.000 sambungan rumah (SR) pada tahun ini,” ujar Hendra.
Menanggapi isu kekeringan yang mulai dirasakan sebagian masyarakat, Hendra menjelaskan bahwa secara sistem, layanan Perumdam Kota Padang sebenarnya sudah mencakup 98,7% wilayah. Kondisi kekeringan yang terjadi sekarang mayoritas dialami masyarakat yang masih bergantung pada sumur pribadi.
“Kekeringan yang dialami warga saat ini terjadi pada sumur-sumur mereka yang terdampak akibat putusnya saluran irigasi. Hal ini menyebabkan drainase kering sehingga sumur warga pun ikut kering,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka pendek bagi warga terdampak, Perumdam Kota Padang telah menyiagakan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara cuma-cuma alias gratis.
“Layanan air bersih yang kami berikan kepada masyarakat terdampak ini murni dari Perumdam Kota Padang secara gratis. Kami juga berkolaborasi dengan instansi lain untuk mempercepat pendistribusian,” tambah Hendra.
Untuk memastikan kelancaran pasokan, Perumdam telah menyediakan dua lokasi pengisian utama (filling point), yaitu pipa Sikayan di daerah Ulu Gadut dan pipa Palukan di daerah Lubuak Minturun.
Langkah responsif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih akibat fenomena alam dan gangguan irigasi yang terjadi.
Penulis: RFK
Editor: INR


