Faktacepat.id – Kolaborasi penelitian antara ilmuwan Indonesia dan Inggris menunjukkan dampak yang cukup besar terhadap kualitas publikasi ilmiah. Hal ini tercermin dari capaian Field-Weighted Citation Impact (FWCI) yang mencapai angka 3,38 untuk publikasi riset bersama dalam periode 2022 hingga 2024.
Country Director Indonesia and South East Asia British Council, Summer Xia, menyampaikan bahwa nilai tersebut menunjukkan besarnya pengaruh kolaborasi internasional terhadap kualitas dan dampak penelitian.
“Ketika peneliti dari Inggris dan Indonesia menerbitkan karya ilmiah bersama, nilai FWCI meningkat hingga 3,38. Artinya, publikasi tersebut mendapatkan jumlah sitasi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan rata-rata global untuk bidang penelitian yang sama,” ujar Summer dalam konferensi pers di kantor British Council Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Menurut Summer, capaian ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas negara mampu meningkatkan kualitas riset sekaligus memperluas dampak ilmiah yang dihasilkan. Ia menilai hal ini menjadi kabar positif bagi para peneliti serta institusi pendidikan di Indonesia.
FWCI sendiri merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa sering suatu publikasi ilmiah disitasi atau dirujuk oleh peneliti lain. Metrik ini juga menjadi salah satu acuan penting dalam penilaian peringkat universitas di tingkat internasional.
Perhitungan FWCI hanya berlaku bagi publikasi yang telah terindeks dalam basis data Scopus. Nilai tersebut dapat diakses melalui platform Scopus maupun produk Elsevier lainnya seperti SciVal. Berbeda dengan indikator lain, FWCI lebih menitikberatkan pada dampak sitasi dari suatu penelitian dibandingkan reputasi jurnal tempat publikasi tersebut diterbitkan.
Dalam mendukung kerja sama riset antara Indonesia dan Inggris, pemerintah Inggris telah menjalankan sejumlah skema pendanaan penelitian selama lebih dari satu dekade. Program tersebut awalnya dimulai melalui Newton Fund, kemudian berkembang menjadi International Science Partnership Fund (ISPF) yang dikelola oleh Department of Science, Innovation and Technology Inggris dan dilaksanakan oleh British Council.
Melalui ISPF, terdapat tiga fokus utama kerja sama riset. Pertama, Grants for Research Collaboration, yakni pendanaan untuk proyek penelitian bersama yang sejalan dengan prioritas nasional Indonesia dan tema global seperti lingkungan, kesehatan, teknologi, serta pengembangan talenta.
Kedua, Early Career Research Fellowships, yaitu program beasiswa bagi peneliti muda Indonesia untuk melakukan penelitian di berbagai universitas di Inggris. Ketiga, Capacity Strengthening, yang bertujuan memperkuat ekosistem penelitian, termasuk meningkatkan kemampuan penerjemahan hasil riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Summer juga mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir Inggris telah menginvestasikan sekitar 2,3 juta poundsterling atau setara Rp53 miliar untuk mendukung kolaborasi riset dan penguatan kapasitas penelitian bersama Indonesia.
Ia menilai investasi tersebut merupakan bentuk komitmen kuat Inggris dalam mempererat kerja sama ilmiah dengan Indonesia.
Salah satu contoh hasil penelitian dari program Newton sebelumnya adalah pengembangan aplikasi navigasi berbasis GPS yang dapat digunakan secara offline untuk nelayan di Indonesia. Teknologi tersebut dirancang agar nelayan tetap dapat menentukan arah pelayaran dan kembali ke daratan dengan aman tanpa bergantung pada koneksi internet.
Menurut Summer, Inggris berharap kolaborasi penelitian dengan Indonesia dapat terus berkembang dan berkontribusi pada berbagai isu global, seperti kesehatan masyarakat, ketahanan lingkungan, inovasi teknologi, serta pengembangan talenta peneliti masa depan.
Selain itu, kerja sama riset juga diharapkan mampu mendukung prioritas pembangunan Indonesia, khususnya dalam pengembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, bioteknologi rekayasa, telekomunikasi generasi berikutnya, teknologi kuantum, hingga industri semikonduktor.
Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2026/03/14/184500171/riset-kolaborasi-indonesia-inggris-berhasil-capai-skor-fwci-3-38?page=1
Penulis : YZA
Editor : INR






