TOKYO, Faktacepat.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melaksanakan kunjungan resmi ke Jepang pada 29 hingga 31 Maret 2026. Ia diperkirakan tiba di Bandara Haneda, Tokyo, pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Jepang yang selama ini telah terjalin kuat dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif.
Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan yang sebelumnya disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang saat itu, Shigeru Ishiba, saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada Januari 2025.
Dikutip dari Tribun News. Selama berada di Jepang, Presiden Prabowo dijadwalkan menjalani sejumlah kegiatan kenegaraan dan diplomasi tingkat tinggi. Pada 30 Maret, ia akan melakukan audiensi dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sekaligus menghadiri jamuan makan siang resmi di Istana Kekaisaran. Pertemuan ini mencerminkan eratnya hubungan persahabatan kedua negara.
Selanjutnya, pada 31 Maret, Presiden Prabowo akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama.
Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, terutama dalam memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan keamanan. Dalam sektor ekonomi, pembahasan akan mencakup peningkatan perdagangan dan investasi, kerja sama energi, serta penguatan kolaborasi dalam mitigasi bencana.
Selain itu, kedua negara juga diperkirakan akan membahas pengembangan inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC) sebagai bagian dari upaya bersama menuju transisi energi berkelanjutan.
Di bidang keamanan, kerja sama akan difokuskan pada pemberian Official Security Assistance (OSA), peningkatan keselamatan maritim, serta penguatan hubungan antar lembaga pertahanan kedua negara.
Tidak hanya agenda kenegaraan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri forum bisnis Indonesia–Jepang pada 30 Maret. Forum ini diselenggarakan oleh Japan External Trade Organization bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), dengan tujuan mendorong kemitraan konkret antara pelaku usaha kedua negara.
Jepang memandang Indonesia sebagai mitra strategis penting, mengingat posisinya sebagai satu-satunya negara ASEAN yang tergabung dalam G20, negara kepulauan terbesar di dunia, serta salah satu kekuatan utama di kawasan Global South.
Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, dengan menjaga keseimbangan relasi di tengah berbagai kekuatan global.
Di tengah dinamika geopolitik yang kian berkembang, kemitraan antara Indonesia dan Jepang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka (Free and Open Indo-Pacific/FOIP). Kedua negara pun diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam merespons tantangan keamanan regional serta berbagai isu global.
Melalui kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, kedua pihak diharapkan dapat mempertegas komitmen bersama dalam mendorong stabilitas kawasan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, baik secara bilateral maupun dalam forum internasional.
Kunjungan ini juga menjadi langkah penting untuk memperdalam hubungan Indonesia–Jepang, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra utama Jepang di kawasan Asia-Pasifik.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh pada Jumat (27/3/2026), tidak direncanakan adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam pertemuan bilateral tersebut.
Sumber : http://tribunnews.com/internasional/7809241/presiden-prabowo-lakukan-kunjungan-resmi-ke-jepang-perkuat-kerja-sama-strategis
Penulis : YZA
Editor : INR







