PLN dan Pemkab Karimun Perkuat Sinergi Kelistrikan dan Dorong Energi Terbarukan

Pekanbaru, faktacepat.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UID RKR) bersama Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat sinergi guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Kabupaten Karimun. Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi di Kantor PLN UID RKR, Kamis (8/10).

​Pertemuan tersebut dihadiri oleh General Manager PLN UID RKR Didik Wicaksono, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Anggota DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Firdaus, serta Kepala Bidang ESDM Kabupaten Karimun Vanderos Purba.

​Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menegaskan pentingnya keandalan pasokan listrik sebagai fondasi utama penggerak aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, sejumlah wilayah usaha ketenagalistrikan di Karimun masih mengandalkan pembangkit diesel, sehingga dibutuhkan langkah efisiensi yang berkelanjutan.

​”Kami mendukung langkah PLN untuk terus memperkuat sistem kelistrikan, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan investor swasta dalam pengembangan pembangkit energi terbarukan seperti PLTS,” ujar Rocky. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan sektor swasta menjadi kunci untuk menghadirkan solusi kelistrikan yang mampu merespons kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

​Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN UID RKR Didik Wicaksono menyampaikan komitmen PLN dalam menjaga kecukupan daya, baik melalui strategi jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang.

​”Dalam jangka pendek, kami menyiapkan tambahan mesin pembangkit untuk memperkuat sistem eksisting. Pada saat yang sama, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pemda dan investor dalam pengembangan energi terbarukan,” jelas Didik.

​Saat ini, beban puncak sistem kelistrikan di Karimun tercatat berada di kisaran 36 MW. Namun, PLN memproyeksikan potensi lonjakan kebutuhan listrik yang signifikan hingga mencapai sekitar 70 MW di masa mendatang.

​”Pertumbuhan kebutuhan listrik di Karimun perlu diantisipasi sejak sekarang. Dengan potensi beban mencapai 70 MW, pengembangan sistem harus dilakukan secara terencana, baik dari sisi pembangkitan maupun infrastruktur pendukungnya,” tambah Didik.

​Melalui sinergi erat ini, pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS diharapkan dapat memicu diversifikasi sumber energi yang ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karimun.

Penulis : YLW

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *