PASIRPENGARAIAN, Faktacepat.id – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Bulog Cabang Kampar mulai menyalurkan bantuan pangan untuk periode Februari–Maret 2026 kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diterima Bulog menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah penerima bantuan di Rohul pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, jumlah penerima tercatat sebanyak 27.158 KPM dengan total distribusi beras mencapai 543.160 kilogram. Sementara pada tahun 2026, jumlah tersebut melonjak menjadi 51.184 KPM dengan total bantuan beras sebesar 1.023.680 kilogram untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret.
Kepala Bulog Cabang Kampar, Dani Perdana, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari penugasan Bapanas kepada Bulog dalam rangka menjaga ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta stabilitas pasokan di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran, pemerintah daerah bersama Bulog menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan Forkopimda, OPD terkait, camat, hingga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Rohul.
“Melalui rakor dan sosialisasi ini, kami berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga tingkat desa agar penyaluran bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Dani, Kamis (4/2/2026), usai kegiatan di aula lantai III Kantor Bupati Rohul.
Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten I Setda Rohul H Syofwan yang mewakili Bupati Rohul. Turut hadir sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Rohul Suharman Nasution, Plt Kepala DKPP Zulfikar, Plt Kadinsos P3A April Liyadi, serta perwakilan Bapperida Rohul.
Dani menegaskan bahwa data penerima bantuan pangan tahun 2026 yang digunakan Bulog sepenuhnya bersumber dari Bapanas melalui DTSEN Kemensos RI, dengan total 51.184 KPM dan jumlah bantuan lebih dari satu juta kilogram beras.
Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penerima mencapai 24.026 KPM atau sekitar 88,5 persen. Namun, kenaikan ini bukan berarti bertambahnya angka kemiskinan di Rohul.
“Peningkatan ini terjadi karena adanya perluasan cakupan penerima serta pembaruan data desil oleh Kementerian Sosial,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa jika sebelumnya bantuan hanya diberikan kepada masyarakat pada desil 1 dan 2, maka pada tahun 2026 cakupannya diperluas hingga desil 4. Artinya, program ini kini menyasar tidak hanya masyarakat miskin, tetapi juga kelompok rentan miskin sesuai data DTSEN.
Dengan perluasan tersebut, diharapkan bantuan pangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan serta membantu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di daerah.
Terkait bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026 di Kabupaten Rokan Hulu, Kepala Bulog Cabang Kampar, Dani Perdana, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 kilogram.
Ia merinci, bantuan tersebut disalurkan untuk dua bulan, sehingga setiap bulan KPM menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Dani juga mengimbau masyarakat yang dinilai layak namun belum terdaftar sebagai penerima bantuan agar segera mengajukan perbaikan data melalui pemerintah desa setempat. Nantinya, usulan tersebut akan diproses secara bertahap hingga ke Dinas Sosial P3A Rohul dan diteruskan ke Kementerian Sosial RI.
“Jika masih ada warga yang berhak namun belum menerima bantuan, silakan mengajukan melalui desa agar bisa diverifikasi dan diproses sesuai mekanisme,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan pangan di Rohul telah dimulai sejak Rabu (1/4/2026) melalui peluncuran secara nasional di tiga kecamatan, yakni Tandun, Pagaran Tapah, dan Pendalian IV Koto, dengan total distribusi mencapai 105 ton.
Sementara itu, untuk 13 kecamatan lainnya, penyaluran dijadwalkan berlangsung pada Selasa (8/4/2026). Sebelum distribusi dilakukan, Bulog bersama Dinas Sosial P3A serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Rohul akan melaksanakan sosialisasi di tingkat kecamatan pada 6 hingga 7 April.
Dani pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung kelancaran program bantuan pangan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyaluran ini juga menjadi salah satu indikator penilaian dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), baik bagi Bulog maupun pemerintah daerah.
“Keberhasilan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Bulog, tetapi juga pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan,” pungkasnya.
Penulis : AWD
Editor : INR







