Pembangunan Jembatan Presisi Polri di Kampung Melati: Hari Kedua Berjalan Lancar dan Progres Meningkat

Pelalawan, Faktacepat.id – Pengerjaan pembangunan Jembatan Presisi Polri di Kampung Melati, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, telah memasuki hari kedua pada Kamis, 29 Januari 2026. Proyek ini dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldy Parlindungan, SH, dengan melibatkan 10 personel Polsek Pangkalan Kuras, 10 personel Satgas Darurat Jembatan Polda Riau yang dipimpin oleh IPDA Angel Surya Atmaja, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

“Pembangunan Jembatan Presisi Polri ini merupakan salah satu inisiatif strategis kami untuk meningkatkan kualitas hidup warga di daerah ini,” ujar Kompol Rinaldy Parlindungan, SH. “Kami berharap proyek ini dapat diselesaikan dengan segera dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat pengguna.”

Kegiatan ini turut dihadiri oleh IPDA Angel Surya Atmaja, selaku komandan Satgas Darurat Jembatan Polda Riau, yang menyatakan, “Kami berkomitmen penuh membantu masyarakat dalam proses pembangunan jembatan ini demi kelancaran dan keamanan proyek.”

Pada hari kedua pengerjaan, progres yang dicapai meliputi pembersihan alur aliran air Sungai Tahe, pengerjaan akses jalan alternatif sementara untuk mendukung mobilitas masyarakat, pembuatan saluran pengalihan aliran air Sungai Tahe, serta pelurusan dan pemotongan material besi angker yang menjadi bagian dari struktur jembatan lama.

Jembatan Presisi Polri ini terletak di dua titik strategis, yaitu di Lingkungan Pasar Kampung Melati Rt 001 Rw 007, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras dengan koordinat 0°8’2,28”N 102°34’1,526”E. Jembatan tersebut memiliki panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan ketinggian 80 cm.

Titik kedua berada di Lingkungan Kampung Melati Rt 003 Rw 013, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras dengan koordinat 0°8’2”N 102°3’41”E, dengan ukuran yang sama yakni panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 80 cm.

Masyarakat Kampung Melati menyuarakan harapan besar agar pengerjaan jembatan ini dapat segera rampung dan difungsikan. “Kami sangat membutuhkan jembatan ini untuk mempermudah akses menuju sekolah, pasar, dan berbagai fasilitas umum lainnya,” ungkap salah satu warga setempat.

Pengerjaan proyek ini didukung oleh penggunaan satu unit alat berat Excavator PC 200 merek Hitachi berwarna kuning, serta perlengkapan pendukung seperti alat perakit dan pemotong besi, gerinda, dan tang potong besi.

Kegiatan pengerjaan hari ini berakhir pada pukul 17.30 WIB dan dijadwalkan akan dilanjutkan keesokan harinya. Sepanjang pelaksanaan, situasi berlangsung aman dan kondusif, menjanjikan kelancaran proses pembangunan yang berkelanjutan.

 

Penulis: ER

Editor: INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *