Pemanfaatan Dana Baznas untuk Jembatan Merah Putih Presisi di Riau Jadi Sorotan

Pekanbaru (Faktacepat.id) – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau memicu perhatian publik. Proyek yang dikabarkan menggunakan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut dipersoalkan oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR), khususnya terkait sumber pembiayaan.

Ketua GMPR, Ali Junjung Daulay, menilai pembangunan infrastruktur seperti jembatan merupakan langkah yang baik. Namun, ia menegaskan polemik muncul ketika pendanaan diduga berasal dari zakat.

Ia menyebutkan, zakat memiliki aturan penggunaan yang tegas dan tidak dapat dialihkan sembarangan. Menurutnya, dana tersebut seharusnya difokuskan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.

Ali juga menyoroti masih banyak wilayah di Riau yang membutuhkan perhatian, terutama daerah tertinggal seperti Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menilai, dana zakat semestinya diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan tanggung jawab pemerintah yang telah memiliki sumber anggaran resmi, baik dari APBD maupun APBN. Karena itu, penggunaan dana zakat untuk proyek infrastruktur dinilai perlu dipertanyakan.

GMPR juga meminta penjelasan dari Baznas mengenai dasar hukum penggunaan dana zakat atau infak dalam proyek tersebut. Mereka menilai, jika berkaitan dengan pembangunan aset, peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) lebih relevan.

Berdasarkan informasi yang beredar, anggaran pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar Rp3 miliar. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang rinci mengenai sumber dana proyek tersebut.

Selain itu, GMPR turut meminta klarifikasi dari Kepolisian Daerah Riau terkait dugaan keterlibatan dalam pembangunan. Menurut mereka, transparansi sangat penting untuk menghindari polemik di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi yang diajukan.

Di sisi lain, Baznas Riau menyatakan bahwa bantuan tersebut bertujuan mendorong kemaslahatan masyarakat. Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, menjelaskan bahwa dana yang disalurkan berasal dari infak masyarakat yang dinilai lebih fleksibel dalam penggunaannya.

Ia menyebutkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama berbagai pihak. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp6,9 miliar untuk pembangunan 26 jembatan.

Masriadi menambahkan, proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya anak-anak di daerah yang harus menempuh perjalanan sulit untuk bersekolah, termasuk menyeberangi sungai dan melalui medan yang berlumpur.

 

Penulis : YZA

 

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *