Panduan Bacaan Takbir 7 Kali dalam Salat Idul Fitri Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Pekanbaru, Faktacepat.id – Umat Islam perlu memahami dengan baik bacaan takbir dalam salat Idul Fitri, termasuk jumlah takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Salat Idul Fitri sendiri merupakan ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan, sebagai penutup rangkaian ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Salat Idul Fitri dilaksanakan dua rakaat dan dianjurkan secara berjamaah, meskipun tetap sah jika dikerjakan sendiri. Dalam pelaksanaannya, terdapat sunnah memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

Pada rakaat pertama, terdapat tambahan tujuh kali takbir di luar takbiratul ihram. Sementara pada rakaat kedua, jumlah takbir tambahan adalah lima kali.

Bacaan Takbir dalam Salat Idul Fitri

1. Takbir pada rakaat pertama (7 kali):
Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

Alternatif bacaan pendek:
Subhanallah wabihamdihi subhanallahil adzim
Artinya: Maha Suci Allah dengan segala puji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.

2. Takbir pada rakaat kedua (5 kali):
Bacaannya sama seperti pada rakaat pertama dan dapat diselingi dengan tasbih pendek.

Tata Cara Salat Idul Fitri

Salat Idul Fitri dilakukan pada waktu duha dan tidak diawali dengan azan maupun iqamah, melainkan seruan “ash-shalaatu jaami’ah”.

Adapun tata caranya sebagai berikut:

  1. Niat salat Idul Fitri
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Takbir tambahan sebanyak 7 kali pada rakaat pertama
  5. Membaca Al-Fatihah
  6. Dilanjutkan dengan surat pendek (disunnahkan Al-A’la atau Qaf)
  7. Rukuk, sujud, dan rangkaian gerakan seperti salat biasa
  8. Pada rakaat kedua, takbir sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah
  9. Membaca Al-Fatihah
  10. Dilanjutkan surat pendek (disunnahkan Al-Ghasyiyah)
  11. Menyelesaikan salat hingga salam
  12. Setelah salat, dianjurkan mendengarkan khutbah Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri umumnya tidak panjang, namun tetap memenuhi rukun seperti membaca hamdalah, shalawat, ayat Al-Qur’an, serta pesan takwa dan doa.

Dengan memahami bacaan dan tata cara ini, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan salat Idul Fitri dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.

Penulis : YZA

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *