SELATPANJANG, Faktacepat.id – Penguatan program brigade pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti terus dilakukan. Dalam waktu dekat, daerah tersebut akan kembali menerima bantuan lima unit traktor dari pemerintah pusat untuk mendukung peningkatan produksi sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti, Ifwandi, menyampaikan bahwa bantuan itu merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian dalam mendorong modernisasi pertanian di daerah.
“Tahun ini kita kembali mendapatkan lima unit traktor. Untuk alat dan mesin pertanian lainnya akan disalurkan secara bertahap,” ujarnya, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, saat ini sudah terbentuk lima brigade pangan yang mengelola lahan sekitar 790 hektare dengan pola tanam IP 200. Brigade tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Rangsang Pesisir, Rangsang Barat, Teluk Buntal, hingga Desa Topang.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan perluasan lahan produktif hingga mencapai 1.000 hektare dengan penerapan pola tanam IP 300 atau tiga kali panen dalam setahun. Untuk mendukung target tersebut, direncanakan pembentukan sedikitnya lima brigade pangan baru.
Menurut Ifwandi, penerapan IP 300 menuntut penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern agar produktivitas dan percepatan masa tanam dapat tercapai.
“Dengan sistem tanam tiga kali setahun, penggunaan alsintan modern menjadi kebutuhan utama. Pola manual tidak lagi cukup untuk mengejar target produksi,” tegasnya.
Selain menunggu bantuan, pihak dinas juga telah mengajukan kebutuhan alsintan secara rinci ke pemerintah pusat untuk mendukung program brigade pangan tahun 2026.
Dalam usulan tersebut, kebutuhan alsintan mencapai puluhan unit, di antaranya 5 unit traktor roda empat (TR4), 30 unit traktor roda dua (TR2), 15 unit rotavator, 5 unit drone seeder, 10 unit transplanter, 20 unit pompa air, 10 unit combine harvester, 10 unit power thresher, serta 75 unit sprayer.
Usulan tersebut dirancang untuk menunjang operasional lima brigade pangan yang akan mengelola lahan lebih dari 1.000 hektare. Dalam perencanaannya, kebutuhan alat seperti rotavator bahkan diproyeksikan lebih banyak dibandingkan traktor roda empat. Selain itu, traktor roda dua yang diajukan akan dilengkapi roda rotari, sementara pompa air yang diusulkan memiliki kapasitas 6 inci.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Meranti, Ifwandi, menegaskan bahwa pemenuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara bertahap menjadi faktor penting dalam mendorong peralihan dari sistem pertanian tradisional ke pertanian modern di Kepulauan Meranti.
Ia menambahkan, tujuan utama dari upaya tersebut adalah memperkuat ketahanan pangan daerah, mewujudkan swasembada, sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan para petani.
Penulis : ITD
Editor : INR







