Kunjungi Yonif 132/Bima Sakti, Syahrul Aidi Maazat Ajak TNI Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Bangkinang – Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, melakukan kunjungan kerja ke Yonif 132/Bima Sakti sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap mitra kerja, yakni TNI.

Kunjungan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) tersebut disambut langsung oleh Komandan Batalyon, Diyan Mantofani, bersama jajaran.

Dalam agenda tersebut, Syahrul Aidi berdiskusi intens dengan Danyonif dan para prajurit terkait peran Yonif 132/Bima Sakti, baik dalam tugas kemasyarakatan maupun pelaksanaan fungsi tempur di wilayah Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hulu.

“Alhamdulillah, kita dapat berdialog mengenai kondisi terkini, peran infanteri, hingga kontribusi dalam menyukseskan program pemerintah di tengah masyarakat. TNI ini memang sangat dekat dengan rakyat,” ujar Syahrul Aidi.

Ia juga mendorong agar satuan Yonif 132/Bima Sakti semakin mempererat hubungan dengan masyarakat, terutama melalui program ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus TNI.

“Kita berharap program ketahanan pangan tidak hanya berjalan di internal TNI, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung. Saya yakin hal ini akan disambut baik oleh warga,” tambah Ketua BKSAP DPR RI tersebut.

Selain berdiskusi, Syahrul Aidi turut meninjau langsung kondisi satuan dengan berkeliling markas batalyon, termasuk melihat berbagai program yang tengah dijalankan, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Ia mengapresiasi upaya Yonif dalam memanfaatkan aset yang ada untuk kegiatan produktif, seperti budidaya ikan, peternakan, hortikultura, hingga tanaman palawija.

“Kita melihat langsung berbagai potensi yang dikembangkan. Ini patut diapresiasi. Saya juga memberikan sejumlah masukan berdasarkan aspirasi masyarakat yang saya terima selama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Danyonif 132/Bima Sakti, Diyan Mantofani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan Syahrul Aidi. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan banyak masukan positif bagi satuannya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Bapak Syahrul Aidi. Banyak hal yang kami diskusikan, termasuk berbagai saran yang sangat bermanfaat bagi pengembangan Yonif,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Diyan menjelaskan bahwa secara ideal Yonif 132/Bima Sakti membutuhkan sekitar 700 personel, yang terdiri dari 30 perwira, 121 bintara, dan 549 tamtama.

Namun saat ini, jumlah personel yang tersedia baru mencapai 464 orang, dengan rincian 16 perwira, 60 bintara, dan 388 tamtama. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 235 personel.

“Kami masih membutuhkan tambahan personel untuk memenuhi kebutuhan ideal, terutama mengingat rencana penugasan ke Papua pada awal tahun depan,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan dari Komisi I DPR RI dapat membantu memperkuat kesiapan satuan, sehingga keberadaan TNI semakin optimal dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami berharap dukungan tersebut dapat memperkuat peran Yonif sesuai tugas yang diamanatkan negara,” tutupnya.

Penulis : YZA

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *