Yerusalem (Faktacepat.id) – Otoritas Israel dilaporkan melarang pelaksanaan Salat Idulfitri di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang berada di Yerusalem Timur. Kebijakan tersebut diberlakukan dengan alasan keamanan di tengah meningkatnya konflik di kawasan.
Meski demikian, warga Palestina tetap mengajak umat Muslim untuk berkumpul di kawasan Kota Tua dan melaksanakan salat sedekat mungkin dengan Al-Aqsa sebagai penanda berakhirnya bulan Ramadan.
Sebelumnya, aparat keamanan Israel disebut melakukan tindakan pembubaran terhadap warga yang melaksanakan ibadah di luar tembok Kota Tua. Dalam peristiwa itu, dilaporkan digunakan pentungan, granat kejut, serta gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes penutupan akses ke Al-Aqsa selama Ramadan.
Situasi di Yerusalem Timur pun terasa berbeda menjelang Idulfitri. Kawasan yang biasanya ramai oleh aktivitas warga Palestina tampak lengang dan sunyi.
Selain pembatasan ibadah, otoritas Israel juga memberlakukan larangan berkumpul dan menutup sebagian besar aktivitas ekonomi. Pedagang Palestina tidak diperbolehkan membuka toko, kecuali beberapa layanan penting seperti apotek dan penjual kebutuhan pokok yang masih diizinkan beroperasi.
Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan warga Palestina yang berharap dapat menjalankan ibadah dengan bebas di salah satu situs suci umat Islam tersebut.
Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5486690/israel-larang-shalat-idul-fitri-di-al-aqsa-warga-palestina-protes







