PEKANBARU, FAKTACEPAT.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Dumai tengah bersiap mematangkan ajang promosi investasi dan perdagangan internasional melalui perhelatan Riau Expo yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 mendatang.
Melalui ajang berskala internasional tersebut, Riau Expo dibidik mampu mencatatkan angka transaksi perdagangan minimal sebesar Rp100 miliar serta menarik komitmen peluang investasi baru mencapai Rp75 miliar.

Rencana strategis ini dibahas langsung dalam audiensi antara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir. H. S.F. Hariyanto, MT., dengan Ketua KADIN Dumai, Zulfan Ismaini, yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Riau, Pekanbaru.
Maksimalkan Pendanaan Non-APBD
Riau Expo direncanakan berlangsung selama dua hari dengan mengundang para pelaku usaha, investor, serta delegasi mancanegara, khususnya dari negara-negara anggota kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) seperti Malaysia dan Thailand.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut positif inisiatif KADIN Dumai yang mengusung skema pendanaan non-APBD melalui dukungan sponsor serta kemitraan pelaku usaha. Mengingat kondisi fiskal daerah yang membutuhkan kecermatan, Pemprov Riau berkomitmen mendukung dari sisi fasilitasi dan koordinasi sesuai kewenangan.
”Kondisi fiskal kita saat ini memang menuntut kehati-hatian, sehingga setiap kegiatan harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran. Namun, kalau ada hal yang bisa kita bantu untuk mendukung kegiatan dunia usaha dan ekonomi masyarakat, tentu akan kita upaya,” ujar SF Hariyanto.
Ia menekankan pentingnya pembentukan tim kerja bersama agar peran pemerintah daerah dan dunia usaha dapat terbagi secara jelas dan efektif.
”Silakan kegiatan ini dipersiapkan dengan baik, nanti kita duduk bersama untuk membentuk tim dan membagi tugas masing-masing. Pemerintah provinsi tidak akan melepas begitu saja, tetapi kita bekerja sesuai kemampuan dan tanggung jawab masing-masing,” tambahnya.
Dorong Investasi Sawit dan UMKM Naik Kelas
Sementara itu, Ketua KADIN Dumai, Zulfan Ismaini, mengungkapkan bahwa Riau Expo dirancang tidak hanya sekadar pameran, tetapi juga sebagai wadah mempertemukan pelaku UMKM Riau dengan calon pembeli dan investor lintas negara.
”Kami merencanakan Riau Expo selama dua hari dengan pendanaan non-APBD melalui dukungan sponsor dan para pihak terkait. Kami menargetkan transaksi perdagangan minimal Rp100 miliar dan peluang investasi sebesar Rp75 miliar, dengan fokus mendorong pertumbuhan UMKM serta masuknya investasi baru ke Riau,” jelas Zulfan.
Selain promosi produk unggulan UMKM, KADIN Dumai juga memanfaatkan momentum ini untuk menjajaki investasi industri hijau di sektor pengolahan hasil perkebunan, seperti rencana pembangunan pabrik pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi biomassa dan pupuk organik.
Tak hanya kawasan ASEAN, KADIN Dumai turut menjajaki potensi kerja sama dengan calon investor asal India guna memperluas nilai tambah komoditas lokal serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Riau.
Penulis : YLW
Editor : INR




















