PEKAN, BARU, FAKTACEPAT.ID — Forum Wartawan Keterbukaan Informasi (For KI) Riau resmi terbentuk kembali untuk masa bakti 2026–2028. Kehadiran forum ini menjadi wadah strategis bagi jurnalis di Bumi Lancang Kuning dalam mengawal transparansi, memperkuat fungsi kontrol sosial, serta mendorong keterbukaan informasi publik yang lebih berkualitas.
Dalam kepengurusan periode 2026–2028, For KI Riau dipimpin oleh Zufra Irwan sebagai Ketua dan Hari Jummaulana sebagai Sekretaris. Pembentukan forum ini digagas oleh para wartawan yang aktif meliput isu pemerintahan dan pelayanan publik bersama sejumlah mantan komisioner Komisi Informasi (KI) Riau.
Poin Utama & Pokok Kegiatan For KI Riau:
- Kepemimpinan: Ketua dijabat oleh Zufra Irwan dan Sekretaris oleh Hari Jummaulana untuk periode 2026–2028.
- Fokus Kerja: Menjadi jembatan komunikasi antara insan pers, badan publik, Komisi Informasi, dan masyarakat guna menciptakan ekosistem keterbukaan informasi yang sehat.
- Penguatan Kapasitas Pers: Menjadi ruang edukasi, diskusi, serta pelatihan bagi wartawan dalam memahami regulasi, mekanisme akses data, hingga pemanfaatan informasi publik untuk kerja jurnalistik berbasis data dan profesional.
- Pengawasan Sektor Strategis: Mendorong transparansi pada isu-isu kompleks di Riau, seperti pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup, anggaran daerah, infrastruktur, dan pelayanan publik.
- Agenda Terdekat: Persiapan peluncuran resmi (launching) forum serta pelaksanaan berbagai program literasi keterbukaan informasi dan kajian kebijakan publik.
Zufra Irwan menegaskan bahwa For KI Riau hadir bukan sekadar wadah pemberitaan, melainkan ruang diskusi konstruktif untuk mengedukasi badan publik dan masyarakat mengenai pentingnya transparansi tata kelola pemerintahan.
Melalui kehadiran For KI Riau, badan publik diharapkan semakin responsif dalam memenuhi hak informasi masyarakat sesuai regulasi. Di sisi lain, pers di Riau diharapkan dapat menjalankan peran pengawasannya secara berimbang, terukur, dan akuntabel demi mendukung kehidupan demokrasi yang sehat di daerah.
Penulis : YLW
Editor : INR







