Faktacepat.id – Pelalawan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pelalawan menggelar kegiatan diskusi publik bertema “Ledakan Investasi di Pelalawan: Peluang Ekonomi atau Ancaman Ketimpangan Sosial” yang berlangsung di Kampung Awak Cafe & Resto, Kabupaten Pelalawan, pada Sabtu (15/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama para peserta, mahasiswa, dan tamu undangan.
Acara tersebut menghadirkan narasumber utama mantan Direktur BUMD Tuah Sekata, T. Efri Syah Putra, S.Sos., yang memaparkan pandangannya mengenai pesatnya arus investasi di Kabupaten Pelalawan. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa investasi yang terus berkembang dapat menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun juga perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Efri Syah Putra, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa investasi yang masuk benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal, baik melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, maupun pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari perwakilan Polres Pelalawan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang turut memberikan pandangan mengenai pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan sinergi pemerintah dalam menghadapi perkembangan investasi di wilayah tersebut.
Ketua panitia pelaksana kegiatan, Diki Maulana yang juga merupakan Formatur HMI Pekanbaru, menyampaikan bahwa diskusi ini bertujuan membuka ruang dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemangku kepentingan mengenai dampak investasi di daerah.

Ia mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa dan peserta dapat memiliki pemahaman yang lebih luas tentang dinamika pembangunan ekonomi di Pelalawan, sekaligus menumbuhkan semangat kritis dan kontribusi generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah.
Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait peluang ekonomi, dampak sosial, hingga peran mahasiswa dalam mengawasi kebijakan investasi.
Acara kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang menjadi momentum mempererat silaturahmi antara mahasiswa, narasumber, serta para undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Penulis : YZA
Editor : INR







