PEKANBARU, Faktacepat.id – Curah hujan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air Sungai Kuantan mengalami kenaikan. Masyarakat di wilayah sekitar pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Berdasarkan pantauan di kawasan Tepian Narosa Telukkuantan, Jumat (3/4), arus sungai terlihat lebih deras dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ketinggian air juga terus bertambah, bahkan hamparan pasir di sekitar Desa Seberang Taluk sudah tertutup aliran sungai, meski belum mencapai tangga utama tribun.
Kepala Pelaksana BPBD Kuantan Singingi, Yulizar, menyebutkan bahwa ketinggian air terus dipantau. Dari alat ukur di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, permukaan air tercatat mencapai sekitar 340 sentimeter.
“Air memang mengalami kenaikan, namun masih di bawah ambang batas waspada. Kami tetap melakukan pemantauan secara berkala,” ujarnya.
Ia menjelaskan, potensi banjir perlu diwaspadai jika ketinggian air mencapai sekitar 500 sentimeter, karena pada level tersebut biasanya beberapa wilayah di bagian hilir mulai terdampak genangan.
Selain faktor lokal, ancaman banjir juga dipengaruhi kiriman air dari wilayah hulu, terutama dari Sumatera Barat yang memiliki intensitas hujan lebih tinggi. Sejumlah anak sungai seperti Ombilin dan Silingkek turut bermuara ke Sungai Kuantan, sehingga berpotensi menambah debit air.
BPBD juga mengingatkan sejumlah wilayah yang dilalui sungai kecil agar tetap siaga, di antaranya kawasan Hulu Kuantan, Gunung Toar, Singingi, hingga Logas Tanah Darat yang memiliki potensi banjir.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas PUPR Rokan Hulu mengambil langkah antisipatif dengan melakukan normalisasi aliran Sungai Kijang. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Rohul, Zulfikri, menjelaskan bahwa kegiatan normalisasi telah berlangsung sejak awal April dengan melibatkan alat berat.
Pekerjaan difokuskan pada pengerukan badan sungai yang mengalami pendangkalan serta penataan bagian tikungan aliran yang dinilai menghambat laju air.
“Langkah ini dilakukan agar aliran Sungai Kijang menjadi lebih lancar. Dengan begitu, saat hujan deras, air diharapkan tidak meluap ke permukiman warga,” jelasnya.
Normalisasi tersebut merupakan respon pemerintah terhadap keluhan masyarakat yang selama ini kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi.
Dengan langkah ini, diharapkan risiko banjir di wilayah rawan dapat ditekan, terutama saat intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Penulis : AMS
Editor : INR







