Jakarta, Faktacepat.id — Pada pagi yang cerah itu, aula Town Hall PDC Tower bergemuruh dengan semangat karyawan yang antusias mengikuti acara Health Talk bertajuk “Healing, Growing, Performing: Grow Up Without Leaving Yourself Behind.”
Kegiatan ini bukan sekadar seminar rutin, melainkan sebuah forum strategis untuk mengupas tuntas hubungan integral antara kesehatan mental, anatomi otak, dan performa kerja yang produktif.
Dihadiri oleh praktisi kesehatan mental ternama, Dedi Setiawan dari Kelas Kehidupan, sesi ini membuka cakrawala baru bagi peserta bahwa kesehatan mental bukan sekadar masalah emosional semata, melainkan juga terkait secara mendalam dengan kondisi biologis tubuh, khususnya fungsi otak.
Dedi menegaskan bahwa pengalaman trauma masa lalu serta stres berkepanjangan dapat berdampak signifikan pada corpus callosum—jembatan saraf kritis yang mengharmonisasikan logika dan emosi dalam otak.
Ketika sistem saraf terus-menerus terkondisi dalam mode waspada akibat trauma dan stres kronis, produksi hormon kortisol meningkat secara eksesif, memicu gangguan metabolik, ketidakseimbangan hormonal, serta manifestasi psikosomatik seperti ketegangan otot dan gangguan pencernaan.
Lebih dari sekadar teori, acara ini juga mengajak peserta untuk mengenali empat jenis luka masa kecil (inner child wounds)—yakni abandonment, neglect, guilt, dan trust wound—yang kerap mengakar kuat dalam pola perilaku dan reaksi emosional di lingkungan kerja.
Melalui pendekatan psikometrik Dominance, Influence, Steadiness, Compliance (DISC), setiap perwira PDC diajak mendalami pemahaman diri dan rekan kerja, serta mempelajari strategi adaptasi yang lebih sehat dalam menghadapi tekanan profesional.
Plt. Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, dalam sambutannya menegaskan,
“Kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan fondasi utama produktivitas korporasi. Perwira PDC yang sehat secara mental memiliki kapasitas lebih tinggi untuk mengambil keputusan tepat, bekerja secara optimal, dan memimpin tim dengan kebijaksanaan. Investasi pada kesejahteraan mental karyawan sejatinya adalah investasi berharga untuk masa depan perusahaan.”
Sebagai solusi praktis, Dedi menyoroti pentingnya keseimbangan holistik antara aspek fisik dan mental. Nutrisi otak yang memadai, teknik pernapasan terkontrol, serta regulasi emosi melalui praktik journaling atau meditasi menjadi langkah awal yang esensial sebelum menempuh terapi psikologis yang lebih intensif.
Selain sesi edukasi, Health Talk turut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk suntik vitamin C bagi para peserta yang mendaftar lebih awal, serta kesempatan konsultasi pribadi gratis dengan psikolog bagi peserta terpilih.
Acara ini secara nyata mengukuhkan komitmen PDC dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif, di mana setiap perwira dapat berkembang secara optimal tanpa mengesampingkan kesejahteraan diri sendiri.
Tentang PT Patra Drilling Contractor
PT Patra Drilling Contractor (PDC) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang industri energi, khususnya layanan pengeboran dan jasa terkait di sektor minyak dan gas bumi.
PDC berkomitmen menyediakan layanan yang andal, aman, dan berkelanjutan dengan penerapan standar operasional terbaik dan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) pada setiap aktivitas perusahaan.
Narahubung: Ani Aryani (Corporate Secretary)
Jl. Matraman Raya No.87, Palmeriam Jakarta Timur 13140
Editor: INR







