​“Kesehatan Anak Lebih Penting”, Anggota DPRD Pelalawan Minta Sekolah Diliburkan Buntut Kabut Asap

PELALAWAN, FAKTACEPAT.ID — Kebijakan pembelajaran di tengah kepungan kabut asap di Kabupaten Pelalawan menuai sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Dedy Prianto, S.Pd, mempertanyakan masih dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sejumlah kawasan yang kualitas udaranya telah dinyatakan dalam kategori “Tidak Sehat”.

​Merujuk pada Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan Nomor 100.3.4/DISDIK/2026/1021, empat wilayah yakni Pangkalan Kerinci, Bandar Sekijang, Kuala Kampar, dan Teluk Meranti saat ini masuk dalam zona merah kualitas udara. Kendati demikian, sekolah-sekolah di wilayah tersebut masih menggelar PTM terbatas.

​Dedy menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para siswa harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam mengambik kebijakan operasional sekolah.

​“Kalau kualitas udara sudah dinyatakan tidak sehat, kenapa anak-anak masih harus datang ke sekolah? Menurut saya, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama. Kalau memang kondisi udara tidak memungkinkan, lebih baik diliburkan atau diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ujar Dedy.

​Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Pelalawan agar responsif dan tidak menunda langkah tegas sampai level pencemaran udara memburuk ke tingkat yang lebih mengkhawatirkan.

​“Ini bukan soal menghentikan pendidikan. Anak-anak tetap bisa belajar dari rumah. Yang kita pertanyakan adalah apakah dalam kondisi seperti ini pembelajaran tatap muka memang pilihan yang paling tepat untuk anak-anak,” tambahnya.

​Mengakhiri pernyataannya, Dedy mengingatkan agar aspek pencegahan gangguan kesehatan pada anak menjadi fokus utama penanganan situasi asap saat ini.

​“Pendidikan tetap penting, tetapi kesehatan anak-anak jauh lebih penting. Jangan sampai kita menunggu ada yang sakit terlebih dahulu baru mengambil keputusan,” tegas Dedy.

Penulis : YKZ

Editor : INR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *