PELALAWAN, Faktacepat.id – Wakil Bupati Pelalawan, Husni Tamrin, menghadiri kegiatan syukuran dimulainya program peremajaan (replanting) kebun kelapa sawit di Koperasi Produsen Unit Desa (KPUD) Sejahtera SP 6, tepatnya di Hamparan 117 Kelompok Balam, Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tanda awal dimulainya proses peremajaan kebun sawit milik masyarakat yang tergabung dalam koperasi. Program ini bertujuan meningkatkan kembali produktivitas tanaman yang sudah memasuki usia tua, sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen ke depan.
Acara berlangsung dalam suasana kebersamaan dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan perusahaan Asian Agri, anggota DPRD Pelalawan, Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, jajaran OPD, camat, hingga kelompok tani dan pengurus koperasi.
Dalam sambutannya, Husni Tamrin menegaskan bahwa replanting merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sawit yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat di daerah tersebut.
Ia menjelaskan, banyak kebun sawit milik warga yang sudah tidak lagi produktif karena usia tanaman yang tua. Oleh sebab itu, peremajaan dengan menggunakan bibit unggul dan pengelolaan yang lebih baik dinilai sebagai solusi untuk meningkatkan hasil produksi.
“Program ini bukan sekadar mengganti tanaman lama, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan bibit berkualitas dan perawatan optimal, hasilnya tentu akan lebih baik,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya tantangan yang akan dihadapi petani pada masa awal replanting. Tanaman yang baru ditanam membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum kembali menghasilkan, sehingga pendapatan petani berpotensi menurun sementara waktu.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui perencanaan yang matang serta dukungan dari berbagai pihak. Ia berharap koperasi dan kelompok tani dapat berperan aktif membantu anggotanya, baik dalam pengelolaan keuangan maupun pemanfaatan lahan selama masa tunggu.
Selain itu, Husni Tamrin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga terkait agar program replanting berjalan optimal. Dukungan dalam bentuk pendampingan, pembiayaan, hingga penerapan teknologi pertanian dinilai sangat dibutuhkan.
“Sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan program ini, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
Penulis : YZA
Editor : INR







