Medan, Faktacepat.id – Pulau Sumatera, sebagai wilayah yang tengah berkembang pesat dalam sektor industri di Indonesia, sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan terampil. Sayangnya, lembaga-lembaga pendidikan sebagai stakeholder terkait dinilai masih belum terkoordinasi secara optimal dengan sektor industri.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, saat melakukan kunjungan khusus (Kunsfik) Komisi VII ke Balai Diklat Industri (BDI) Medan pada Kamis, 5 Februari 2026.
“Kami telah melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia dan selalu menanyakan terkait koordinasi antara sektor industri dengan lembaga pendidikan. Ternyata, koordinasi tersebut masih belum terjalin dengan baik. Masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri sehingga lulusan lembaga pendidikan tidak sesuai dengan kompetensi, kebutuhan, dan kualifikasi yang diperlukan oleh sektor industri,” ungkap Hendry Munief.
Lebih lanjut, Hendry menegaskan bahwa BDI Medan, sebagai balai dari Kementerian Perindustrian yang membawahi lima provinsi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)—yaitu Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau—seharusnya mampu memetakan kebutuhan SDM dari sektor industri di lima provinsi tersebut.
“Terlebih lagi, Provinsi Riau dan Kepulauan Riau sebagai daerah pertumbuhan industri yang paling pesat di Sumatera sangat membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil. Oleh karena itu, kami mendorong dan akan menyampaikan kepada Menteri Perindustrian agar BDI Medan segera membentuk lembaga pendidikan vokasi. Kami optimis bahwa rencana ini akan disambut hangat oleh kepala daerah, calon pendidik, serta pelaku industri,” tambah Ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini dengan penuh keyakinan.
Editor: INR


