KABUPATEN KAMPAR, FAKTACEPAT.ID – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Dumai dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Duri terus memperkuat dukungannya terhadap kemandirian energi di Provinsi Riau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyambungan listrik berdaya 865 kVA kepada PT Pertamina Gas (Pertagas) di Booster Pump Station (BPS) Kota Batak, Kabupaten Kampar, pada Kamis (1/10/2026).
Penyambungan daya listrik ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi vital dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan operasional infrastruktur minyak dan gas (migas) di Wilayah Kerja Rokan.

Manager Pertamina Gas Operation Rokan Area (ORA), Muhammad Irwan Trimulyono, menegaskan pentingnya pasokan energi yang stabil untuk mendukung keandalan operasional BPS Kota Batak.
”Keandalan energi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasional infrastruktur migas. Pemenuhan kebutuhan listrik melalui PLN menjadi bagian dari upaya kami untuk mendukung efektivitas operasional dan optimalisasi pemanfaatan energi. Kami mengapresiasi dukungan PLN dan berharap sinergi antarpelaku sektor energi ini terus memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan operasional migas di Provinsi Riau,” ujar Muhammad Irwan Trimulyono.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Dumai, Ahmad Meidiansyah, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen penuh menjadi mitra strategis sektor industri dan energi dalam menjaga rantai pasok energi nasional.
”Melalui sinergi antara PLN dan Pertagas, keandalan pasokan listrik menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran penyaluran minyak dan gas bumi serta pencapaian target produksi migas nasional, khususnya di Provinsi Riau,” jelas Ahmad Meidiansyah.
Strategi Pengamanan Jaringan Listrik 24 Jam
Untuk menjamin kontinuitas pasokan ke fasilitas vital BPS Kota Batak, Manager PLN ULP Duri, Andri Van Anugrah, menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan skema keandalan jaringan yang matang.
PLN menyiapkan konfigurasi jaringan distribusi yang disuplai oleh beberapa penyulang dari Gardu Induk (GI) Balai Pungut. Skema ini memungkinkan manuver beban secara cepat apabila terjadi gangguan pada jalur utama, sehingga listrik tetap menyala tanpa mengganggu operasional fasilitas migas.
Selain skema jaringan, PLN juga menyiagakan personel Pelayanan Teknik (Yantek) selama 24 jam penuh dari posko terdekat. Kesiapsiagaan ini diperkuat dengan koordinasi terpadu dan komunikasi direct dispatch antara pusat kontrol operasional PLN dan tim teknis lapangan.
Sinergi strategis antara PLN dan Pertagas di BPS Kota Batak Kampar ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, menjaga ketahanan energi nasional, serta mendorong kemandirian energi berkelanjutan di Provinsi Riau.
Penulis : YKZ
Editor : INR




















