PEKANBARU, FAKTACEPAT.ID – PT Jasa Raharja (Persero) berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada penyaluran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas, tetapi juga mendorong program pendampingan dan pelatihan bagi keluarga korban ya ng ditinggalkan, khususnya jika korban merupakan tulang punggung keluarga pada usia produktif.
Hal ini mengemuka saat Direktur Keuangan PT Jasa Raharja, Dwi Ary Purnomo, melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Pekanbaru, Kamis (8/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Ary Purnomo menjelaskan bahwa peristiwa kecelakaan lalu lintas membawa dampak domino yang signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga korban. Risiko penurunan kesejahteraan terbilang tinggi ketika korban yang meninggal atau cacat tetap adalah pilar utama ekonomi keluarga.
“Bantuan kepada keluarga korban tidak hanya sebatas santunan tunai, tetapi juga dapat diarahkan melalui program pelatihan keterampilan untuk meringankan beban ekonomi mereka. Banyak korban berada pada usia produktif, sehingga keluarga yang ditinggalkan berisiko mengalami kemunduran kesejahteraan,” ujar Dwi.
Oleh karena itu, Jasa Raharja mendorong penanganan keselamatan lalu lintas secara lebih komprehensif dengan mengedepankan aspek edukasi dan pencegahan secara terpadu.
“Pesan utama yang kami tangkap adalah bagaimana kita memperbesar porsi pencegahan daripada sekadar menangani akibat kecelakaan. Jasa Raharja siap duduk bersama dengan kepolisian dan Pemerintah Provinsi Riau untuk memetakan solusi serta membangun ketertiban lalu lintas yang lebih baik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa upaya mitigasi dan pencegahan kecelakaan lalu lintas memang harus menjadi prioritas utama seluruh pemangku kepentingan.
SF Hariyanto menekankan, mencegah terjadinya kecelakaan jauh lebih berharga karena secara langsung menyelamatkan jiwa serta mencegah dampak trauma sosial-ekonomi keluarga korban.
“Kita harus lebih mengutamakan pencegahan. Titik-titik rawan kecelakaan (black spot) di wilayah Riau harus dipetakan dan ditangani bersama secara tepat guna menekan risiko musibah di jalan raya,” kata SF Hariyanto.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran dalam berkendara, sebab keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya mengandalkan tindakan aparat pencegah atau pemerintah semata.
“Kesadaran masyarakat untuk tertib dan patuh pada aturan lalu lintas adalah kunci utama agar upaya penurunan angka kecelakaan ini dapat memberikan hasil yang berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui pertemuan ini, Pemprov Riau dan PT Jasa Raharja sepakat memperkuat sinergi inter-instansi bersama pihak Kepolisian untuk merumuskan program edukasi keselamatan berkendara sekaligus langkah perlindungan komprehensif bagi masyarakat di Riau.
Penulis : YLW
Editor : INR




















