PEKANBARU, FAKTACEPAT.ID – Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hendry Munief, MBA., mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Pekanbaru untuk terus mengoptimalkan potensi dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan dunia usaha.
Dorongan moral tersebut disampaikan Hendry saat menghadiri kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil yang diselenggarakan di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus mencetak wirausaha baru di daerah.

Dalam arahannya, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I ini menegaskan bahwa keyakinan, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian mengambil peluang merupakan modal fundamental bagi pelaku usaha agar dapat berkembang dan naik kelas.
“Kalau kita yakin, insya Allah ada jalannya,” ujar Hendry Munief memberikan motivasi kepada puluhan peserta pelatihan.
Menurut Hendry, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan semangat semata. Pelaku IKM memerlukan pengetahuan terapan, pendampingan yang intensif, serta dukungan program yang berkelanjutan agar mampu bertahan dan bersaing di tengah dinamika pasar modern.
Lebih lanjut, ia menyoroti krusialnya alokasi anggaran guna memperluas jangkauan pembinaan wirausaha. Hendry berkomitmen memperjuangkan ketersediaan alokasi anggaran pada tahun 2027 agar program serupa dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha lokal.
“Untuk anggaran akan kita usahakan. Mudah-mudahan pada tahun 2027 mendatang alokasinya kembali ada dan bisa ditingkatkan,” ungkapnya.
Komitmen tersebut disambut positif oleh para pelaku IKM Pekanbaru yang sangat membutuhkan dukungan konkret dalam peningkatan kapasitas produksi, perbaikan mutu dan kemasan produk, hingga perluasan akses pasar.
Bekal Pengelolaan Usaha dan Dampak Ekonomi
Program yang digagas atas kerja sama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) ini membekali para peserta dengan berbagai materi strategis pengelolaan bisnis, mulai dari perencanaan usaha, manajemen keuangan, kontrol kualitas produk, hingga strategi penetapan pasar.
Pelatihan ini dinilai sangat vital, baik bagi wirausaha pemula yang sedang membangun fondasi bisnis maupun pelaku usaha yang sudah berjalan untuk mengevaluasi dan merumuskan strategi ekspansi.
Keberadaan dan penguatan sektor IKM terbukti menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja lokal, pertumbuhan IKM juga meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan Riau serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Namun demikian, pelatihan perlu diselaraskan dengan dukungan hilir seperti kemudahan perizinan, akses permodalan, dan pendampingan pemasaran. Sinergi antara legislatif, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci utama agar program penumbuhan wirausaha baru ini memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan di Kota Pekanbaru.
Penulis : YLW
Editor : INR



















